5 Tombol Call-to-Action yang Akan Membuat Penjualan E-commercemu Meroket

Tombol Call-to-action — atau CTA — mendorong pengunjung untuk melakukan rangkaian tindakan yang diinginkan. Ini menjadikan CTA salah satu elemen terpenting dalam tulisan dan desain UX.

Contoh umum CTA antara lain tombol “Klik di sini”, “Kirim”, dan “Subscribe”.

Dalam e-commerce-mu, CTA digunakan untuk mendorong sign-ups, reservasi, dan tentu saja, menjual sesuatu.

Walau tak ada rumus ajaib untuk membuat CTA yang efektif, ada faktor-faktor dasar yang perlu diperhatikan.

Dasar-dasar Call-to-Actionyang Efektif

Bahasa dan Tulisan CTA

Buat CTA-mu tetap pendek dan manis.

Inilah aturan copywriting yang takkan pernah basi.

Call-to-action yang efektif sebaiknya spesifik dan langsung ke intinya. Kamu bisa bermain-main melalui tulisannya, dengan menyebutkan kegelisahan atau bahkan menambahkan urgensi di sana.

  1. CTA yang menyebutkan kegelisahan: “Ya, saya ingin menurunkan berat badan dengan cara yang sehat.”
  2. CTA yang menciptakan dorongan urgensi: “Pesan Sekarang”, “Tukarkan Tiket Gratismu Sekarang”.

Bila brandmu memungkinkan, kamu juga bermain kata dan membuatnya kreatif. CTA seperti “Coba [Nama Produk]” atau “Ayo Mulai Bersama” menampilkan bahasa obrolan yang ramah, sehingga para pengguna tidak tahan untuk tidak mengekliknya.

Warna Tombol

Tak ada satu warna pun yang paling ampuh untuk tiap tombol CTA. Namun, saat memilih untuk CTA-mu, pastikan warna itu selaras dengan brandmu dan tampil menonjol di tengah laman tersebut.

Berikut beberapa tips untuk membantumu memulainya:

  1. Gunakan warna latar putih polos untuk tombol CTA-mu agar tulisan tampak jelas terbaca.
  2. Gunakan warna yang kontras dari latar belakang lamannya.
  3. Hindari warna norak dan animasi.
  4. Uji A/B tombol warnanya dan pakailah yang paling sering mendapat konversi.

Peletakan Tombol

Cermatlah saat kamu meletakkan CTA. Meletakkannya di tempat yang salah, maka lamanmu bakal amburadul.

Misalnya, CTA utama paling ampuh saat diletakkan “di atas lipatan”.

Pelangganmu tak perlu turun sampai ke bawah laman untuk menemukannya, terlebih bila ini tinggal satu langkah lagi untuk membeli.

Meski begitu, tak semua CTA harus ada di depan batang hidungmu. Beberapa CTA – seperti tombol berlangganan, media sosial, dan penawaran – paling cocok diletakkan di header atau bagian bawah laman.

Tombol tersebut menjadi CTA pendukung agar para pelanggan tetap berada di jalur pembelian.

Tips Ahli: Kamu pastikan ada sedikit CTA saat pelanggan tiba di laman produkmu. Inilah saat di mana kamu mengarahkan mereka, bukannya memberi mereka lebih banyak jalan untuk meninggalkan penawaranmu.

CTA Wajib untuk Toko Onlinemu

Laman berbeda butuh CTA berbeda. Bisa jadi setiap CTA punya tujuan berbeda, tetapi fungsi mereka sama: Menghasilkan konversi.

Nah, setelah tahu dasar-dasar membuat CTA yang ampuh, kenali penggunaan CTA yang terbaik serta bagaimana peletakannya di toko onlinemu.

1. CTA Utama

CTA utama memberitahu pengunjung dari mana mereka bisa mulai berselancar di websitemu. Tuliskan dengan jelas; CTA-nya harus memberitahu mereka dengan tepat harus berbuat apa.

Jika kamu menjual produk di situsmu, CTA utamamu sebaiknya mengantarkan calon pelanggan ke laman produk atau katalog.

2. Berlangganan

Mungkin trafikmu besar, tetapi hanya sekitar 2% yang berujung penjualan.

Pasanglah tombol Subscribe atau Berlangganan untuk menjaring 98% sisanya yang belum siap membeli. Letakkan tombolnya di bagian bawah titik-titik yang takkan dilewatkan audiensmu. Biasanya ini ada tepat di bawah isian pendaftaran.

Ingatlah bahwa tidak mudah meminta orang memberikan alamat email mereka. Jadi, CTA sederhana saja takkan cukup. Tambahkan dengan sesuatu yang bernilai sebagai ganti pertukaran informasi itu, misalnya kupon diskon dan tawaran menarik.

Belum terpikirkan apa pun? Jangan cemas. Beritahu para pengunjung mereka akan mendapat tips, simpanan, atau insentif lain setelah mendaftar.

3. Tombol Beli & Tambah ke Keranjang

CTA Beli

CTA Beli merupakan CTA paling penting di website e-commerce-mu Jadi, pastikan tombol Beli itu mencolok di seluruh laman produk.

Tambah ke Keranjang

Pelangganmu mungkin belum siap membeli, dan itu bukan masalah. Dalam hal ini, beri mereka opsi Tambah ke Keranjang.

Tombol Tambah ke Keranjang dianggap CTA e-commerce-mu paling penting kedua. Letakkan tombol itu berdampingan dengan tombol Beli, tetapi pastikan tombol Beli itu masih terlihat lebih mencolok.

Sebisa mungkin, kurangi gesekan antara tombol Beli dan Tambah ke Keranjang, agar tetap menciptakan konversi. Ini bisa jadi sesimple menambahkan warna kontras seperti contoh di atas.

4. Tombol Media Sosial

Menambahkan tombol media sosial di toko e-commerce-mu itu mudah sekali. Hampir semua orang terhubung dengan media sosial: Facebook, Twitter, Instagram, sebut saja semua!

Bangunlah komunitas yang saling berhubungan dengan menambahkan tombol media sosial di tempat-tempat berikut:

  • Header Website

  • Laman Produk

5. Tombol Penawaran

Cara lain membuat CTA yang menarik perhatian adalah dengan langsung saja menyebutkan nilai tombol CTA-mu.

Orang bakal penasaran apa imbalannya kalau mereka mengekliknya.

Menambahkan tawaran barang gratisan atau diskon pada CTA-mu, akan lebih menuntun pelanggan melalui corong konversi.

Cara Salah Menggunakan CTA

Walau CTA menjadi salah satu aspek paling krusial dalam website, kamu tak perlu terlalu memikirkan atau berlebihan menggarapnya.

Berikut daftar apa saja yang tak boleh dilakukan dengan CTA websitemu:

  1. Jangan terlalu memikirkan isi tulisanmu. CTA-mu bisa jadi membuat pelanggan hilang selera kalau kamu menghabiskan waktu memikirkannya. Ingat, tetap buat CTA-mu pendek dan lugas.
  2. Jangan berlebihan dengan meletakkan CTA di seluruh penjuru websitemu. Bisa jadi itu malah membuat bingung pengunjung, sehingga mereka meninggalkan website.
  3. Jangan biarkan CTA terlalu mendominasi seluruh laman. Memperbesar tombol takkan ada gunanya.
  4. Jangan sampai CTA melebur dengan latar belakangnya. Mungkin niatmu menjaga estetika, tetapi kamu selalu bisa berpegang teguh pada hal itu sembari menguji warna lainnya.
  5. Jangan lupa mengetes A/B seluruh CTA-mu. Bahkan perubahan CTA sekecil apa pun bisa mempengaruhi tingkat konversi secara signifikan.

Mengubah websitemu sesekali memang tak terhindarkan, terlebih bila kamu terus-terusan mengujinya. Kamu bisa bekerja bareng desainer web atau menguji dengan bantuan pembuat website.

Mulai Ubah Situsmu Sedikit Demi Sedikit

Takkan pernah terlambat untuk memperbaiki CTA-mu. Toh, dalam dunia marketing digital dan e-commerce-mu, setiap perubahan membutuhkan proses coba-dan-salah. Tidak usah khawatir – begitu kamu menemukan CTA yang pas sampai bisa memantik rasa penasaran pelanggan, kamu bakal mengumpulkan pundi-pundi uang yang menguntungkan tokomu dalam jangka panjang.

Leave a Comment